Filosofi Sekolah Sentra
Program
pembelajaran dengan sistem sentra didasarkan pada keyakinan bahwa
anak-anak akan tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah
dalam proses belajar. Lingkungan yang dirancang secara cermat dengan
menggunakan konsep kelas yang berpusat pada anak akan mendorong
anak-anak bereksplorasi, memelopori dan menciptakan. Guru menggunakan
pengetahuan yang sesuai mengenai perkembangan anak untuk menciptakan
lingkungan belajar yang menyenangkan, menyediakan bahan ajar dan juga
menyusun tujuan yang sesuai bagi masing-masing anak, menanggapi minat
anak, menghargai kelebihan-kelebihan dan kebutuhan setiap anak, menjaga
keingintahuan alami yang dimiliki anak agar tetap hidup dan mendukung
pembelajaran bersama.
Sekolah yang di setting dengan metode sentra memiliki kekhasan dalam hal pengaturan ruang belajar maupun managemen kelasnya.
Pengaturan
ruang belajar di sekolah sentra, berbeda dengan sekolah yang
menggunakan sistem klasikal yang seringkali kita temui. Sekolah
Klasikal, menempatkan semua bahan ajar dalam satu kelas, dengan seorang
atau dua orang guru yang mengajar serta bertanggung jawab untuk
mengembangkan semua indikator kemampuan di satu kelas. Bila dalam satu
sekolah ada beberapa kelas dengan jenjang yang sama, maka proses
pembelajaran antar satu kelas dengan kelas yang lain mungkin akan
memiliki beberapa perbedaan. Mengingat guru dari masing-masing kelas
berbeda, memiliki gaya mengajar, standar pribadi serta pemilihan alat
peraga yang berbeda. Sehingga memungkinkan kemampuan yang dicapai anak
pun akan nampak perbedaannya. Sekalipun indikator dan target
pembelajaran untuk satu sekolah sudah membakukan satu standar yang sama.
Selain itu, apabila dalam satu sekolah memiliki beberapa kelas
parallel, secara otomatis harus menyediakan alat peraga dengan jenis dan
jumlah yang sama untuk setiap kelas parallel. Dengan demikian,
kepemilikan alat peraga dari satu sekolah menjadi kurang efisien.
Sedangkan
di sekolah sentra, pengaturan ruang belajarnya tersusun dalam beberapa
sentra atau pusat kegiatan yang berisi berbagai macam bahan ajar bagi
kebutuhan anak untuk bereksplorasi dan bermain. Pusat kegiatannya pun
bervariasi antara satu kelas dengan kelas yang lain. Gambarannya,
sekolah sentra lebih mirip dengan laboratorium-laboratorium di sekolah
menengah. Namun jangan salah, sekolah sentra ini sesungguhnya tidak
terlalu terpancang dengan dengan keberadaan ruang kelas. Hanya sentra
tertentu yang membutuhkan ruangan yang cukup luas, seperti misalnya
sentra balok dan sentra bermain peran. Bahkan ada sentra yang sangat
baik bila ditempatka di luar ruangan seperti sentra eksplorasi atau
sentra bahan alam. Beberapa
sekolah bahkan tidak memiliki ruang untuk setiap sentra. Untuk
memisahkan sentra satu dengan sentra yang lain, cukup dengan memasang
loker-loker sebagai penyekat ruang sentra sekaligus sebagai lemari
penyimpanan peralatan sentra. Kebutuhan akan meja dan kursi pun sangat
minim. Hanya sentra persiapan, sentra seni dan kreatifitas yang kadang
membutuhkan meja dan kursi. Itu pun tidak harus sejumlah anak yang hari
itu belajar di sentra tersebut.
Setiap
pusat kegiatan yang berbeda tersebut, diampu oleh guru yang berbeda
pula. Hal ini akan memotivasi guru lebih fokus dalam mengembangkan
setiap pusat kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Dari sisi anak,
akan membuat dia beradaptasi dan bersosialisasi dengan banyak guru
dengan karakter yang berbeda-beda. Hal ini sangat penting bagi
perkembangan sosial anak. Dari sudut pandang penggunaan alat peraga pun
akan lebih efisien karena masing-masing alat peraga akan ditempatkan
dalam satu sentra tertentu sesuai fungsi dan tujuannya.
Dalam setiap harinya, anak akan belajar dengan cara berpindah dari satu sentra ke sentra yang lain (moving class).
Dan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di setiap
pusat kegiatan sesuai dengan jadwal belajar yang sudah dipersiapkan.
Jadwal ini akan mengatur, ke sentra mana hari itu satu kelompok anak
akan bermain. Pengaturan jadwal ini penting selain agar setiap anak
mendapat kesempatan yang sama untuk menikmati sensasi belajar di setiap
sentra, juga memberi rambu-rambu pada guru sentra untuk menyiapkan
materi yang sesuai dengan kelompok anak yang akan masuk ke sentranya.
Kelompok B, kelompok, A atau kelompok bermainkah yang akan belajar di
sentranya hari itu? Maka sang guru pun harus menyiapkan materi ajar yang
sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan karakteristik masing-masing
kelas. Karena, kadang ditemui, misalnya, anak kelompok B1 dengan B2
memiliki karakteristik kelas yang berbeda. Dengan usia atau masa tahap
perkembangan yang sama, mungkin kelompok B1 adalah kelas yang aktif
sedang kelompok B2 memiliki karakteristik sebaliknya. Atau masing-masing
memiliki percepatan belajar yang berbeda.
Kekuatan
pelaksanaan sistem ini terletak pada konsistensi peraturan yang dibuat
dan disepakati murid, komunikasi yang produktif, di samping materi ajar
yang terkonsep secara kreatif dan variatif. Uniknya,
peraturan-peraturan itu dibuat dan disepakati oleh murid-murid sendiri.
Mengapa begitu? Menurut pengamatan dan pengalaman, peraturan yang
dilontarkan oleh anak, dengan bahasa yang mereka buat sendiri, akan
lebih mereka pahami dan patuhi. (Mengenai komunikasi produktif itu, akan
kita uraikan di pokok bahasan yang lain. Insya Allah)
Peraturan-peraturan
ini biasanya diucapkan dan disepakati bersama setiap akan memulai
belajar di sentra. Tidak harus sama persis setiap harinya. Mungkin dari
pengalaman bermain di hari sebelumnya, anak-anak menemukan aturan lain
yang mereka anggap perlu, hal itu bisa saja terjadi. Dan seyogyanya guru
menghargai pendapat tersebut selama tidak bertentangan dengan aturan
umum.
PERAN GURU SENTRA
- Guru sentra bukan menjadi center atau pusat ilmu pengetahuan sedang anak hanya menjadi pendengar dan pemerhati apa yang disampaikan oleh guru. Tapi guru sentra lebih berperan sebagai seorang observer dan motivator sedang anak lebih aktif menjelajah, bereksplorasi dan menemukan sendiri pengalaman belajarnya
- Guru harus memahami tahap-tahap perkembangan anak. Apa yang normal bagi mereka dan apa yang tidak normal. Apa yang mereka bisa dan apa yang tidak bisa. Apa yang mungkin mampu mereka lakukan atau yang tidak. Apa yang bisa diharapkan dari anak. Dan bagaimana mengatasi berbagai gaya belajar, berbagai jenis kecerdasan dan berbagai kecenderungan lain dari anak.
- Guru harus datang lebih awal untuk bisa bertemu dengan anak didik yang datang terlebih dahulu. Guru bisa memanfaatkan waktu ini untuk lebih mengenali anak didiknya. Selain itu, guru juga bisa melakukan pengecekan kesiapan mengajarnya.
- Guru harus memiliki aturan main untuk masing-masing sentra. Materi dan kelas harus merangsang anak untuk menjelajahi, memanipulasi dan menyelidiki yang sesuai dengan keinginan, bakat dan minat anak. Struktur sentra harus mendorong rasa ingin tahu anak.
- Guru mengatur ruangan dan jadwal untuk satu hari atau satu pekan. Diskusikan aturan / batasannya, rutinitas dan masa transisi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Biarkan materi dan anak melakukan pembelajaran, sementara guru memberikan kata-kata dorongan, pertanyaan, dukungan moral, pemahaman dan mendengar aktif.
0 Response to "PERAN GURU SENTRA"
Post a Comment