Berani itu adalah...
SATU HARI DI SEBUAH Kelompok Bermain…
Seorang murid, Azzam, terjatuh. Dan ia menangis meraung-raung memanggil ibunya. Ibu gurunya datang dan
menanyakan apa yang telah terjadi. Melihat Azzam terluka dengan goresan
kecil di lututnya, sang guru mencoba untuk membujuk Azzam. Namun Azzam
tetap menangis meraung-raung. Hingga orang-orang yang mendengarnya
merasa seakan-akan luka Azzam sangat parah.
“Sakit ya, Nak?” kata sang guru sambil membimbing Azzam, mengambil kapas dan obat untuk luka.
Sebelum kapas ditempelkan untuk membersihkan darah, raungan Azzam semakin mengeras.
“Azzam, Ibu lihat lukanya kecil kok, Ibu bersihkan dan obati, Insya Allah akan segera sembuh.”
Kata-kata bu guru tak juga membuat tangisan Azzam reda. Apalagi dia meronta-ronta tak mau diobati.
“Oke, kalau Azzam tidak mau diobati,
baiklah.. tapi bu guru ingin Azzam dengarkan dulu bu guru. Dulu,
Rasullah punya sahabat. Sahabat Rasulullah tersebut sedang sholat.
Tiba-tiba ada musuh yang memanah sahabat tersebut hingga punggungnya
terluka oleh panah. Darah mengucur. Banyaaak sekali… tapi dia tidak
menangis. bahkan dia tidak merasakan sakitnya dan menyelesaikan
shalatnya. Dia sahabat yang kuat dan berani.”
Suara tangis Azzam mulai terdengar pelan.
Melihat siasatnya mulai masuk ke hati Azzam bu Guru melanjutkan ceritanya dengan suara yang meyakinkan namun tetap lembut.
“Terus ada lagi sahabat yang lain. Waktu
Rasulullah sedang berperang dengan orang kafir. Seorang sabahat
berperang. Tangan kanannya memegang pedang. Seorang musuh memenggal
tangan kanannya hingga terpotong. Tangan kirinya segera memegang pedang
dan dia tetap berperang menggunakan pedangnya di tangan kirinya…”
Sampai di sini, Azzam menghentikan tangisannya.
“Bu guru tahu Azzam anak yang berani. Luka seperti ini, mah, keciiiilll… Sekarang Ibu boleh kan, mengobati lukanya…?”
Azzam mengangguk. Dan ternyata, cerita bu
guru sudah menarik murid-muridnya yang lain. Tak sadar saat bercerita
tadi, teman-teman Azzam yang lain mengerubuti mereka dan meminta agar
cerita tersebut dilanjutkan...
0 Response to " Berani itu adalah..."
Post a Comment