LAPORAN
PERBAIKAN
PEMBELAJARAN
UPAYA MENINGKATKAN
KEMAMPUAN SENI MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN
PENUGASAN MENGGUNAKAN MEDIA CAT AIR PADA KELOMPOK A
KB CINTA TANAH AIR DK
DIWUNG DESA DANASARI KECAMATAN BOJONG
KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pemantapan
Kemampuan Profesional (PKP)
(PAUD
4501)
Disusun
oleh:
Nama : PURWATI
NIM : 826-158-223
Progam
Studi :
S1 PG-PAUD
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS TERBUKA UNIT
PROGRAM BELAJAR
JARAK JAUH (UPBJJ)
PURWOKERTO POKJAR
LEBAKSIU 2018.2
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Setiap anak di
dunia memiliki berbagai kecerdasan dalam
tingkat dan indikator yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa semua anak pada
hakekatnya adalah cerdas. Perbedaan terletak pada tingkatan dan indikator kecerdasannya,
diantaranya anak didik menuntut cara berpikir pendidik yang adil dan
eksistensial. Oleh sebab itu, pendidik perlu bertanya pada diri sendiri
berkaitan dengan kecerdasan anak didiknya.
Pendidikan AUD
merupakan bagian dari usaha guru Kelompok Bermain,KB,TPA,SP, untuk membantu
proses tahapan pendewasaan anak melalui 6 aspek meliputi moral nilai-nilai
agama,fisik motorik kasar dan halus,kognitif,sosial emosional bahasa dan
seni.pendidikan AUD adalah suatu upaya pembinaan yang di tunjukan sejak lahir
sampai 6 tahun yang di berikan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk
membantu tumbuh kembang anak untuk kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut
(depdiknas 2003)
Pembelajaran
anak usia dini memerlukan metodologi yang berbeda dengan pembelajaran pada usia
lain.pembelajaran pada anak usia dini membutuhkan metodologi yang unik dan
kreatif.peran seorang guru sangat di perlukan dalam pendidikan anak dan
menggali potensi anak didik.dari sini guru dalam pendidikan anak usia dini
tidak hanya di pandang sebagai pengasuh dan pembimbing,akan tetapi guru Kelompok
Bermain memenuhi setandar profesi guru.pendidikan harus memiliki kualifikasi
akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran,sehat jasmani dan
rokhani,serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Berdasarkan pementauan
proes pemebelajaran dari tanggal 30 Juli - 3 Agustus 2018 di kelompok bermin
cinta tanah air desa danasari kecamatan bojong kabupaten tegal kelompok A pada
tema diri sendiri sub tema anggota tubuh di peroleh nilai seperti dalam tabel
rekapitulasi nilai pembelajaran RPPH 1 sampai dengan RPPH 5 sebagai berikut:
Tabel.
1
REKAPITULASI
PENILAIAN PEMBELAJARAN RPPH 1-5
PRA
SIKLUS
RPPH
|
FM
|
KOG
|
BHS
|
SENI
|
|||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||||
1
|
3
|
10
|
6
|
11
|
8
|
11
|
8
|
15
|
3
|
||||||||||
2
|
7
|
7
|
3
|
6
|
5
|
6
|
7
|
10
|
10
|
6
|
2
|
||||||||
3
|
7
|
8
|
4
|
13
|
6
|
11
|
7
|
1
|
11
|
7
|
|||||||||
4
|
8
|
11
|
9
|
10
|
7
|
10
|
2
|
12
|
4
|
2
|
|||||||||
5
|
4
|
8
|
4
|
2
|
9
|
5
|
3
|
12
|
1
|
13
|
4
|
1
|
|||||||
JML
|
29
|
61
|
41
|
49
|
39
|
51
|
61
|
29
|
|||||||||||
Keterangan:
1. BB (Belum
Berkembang)
2. MB (Mulai
Berkembang)
3. BSH
(Berkembang Sesuai Harapan
4. BSB
(Berkembang sangat Baik
Berdasarkan
tabel di atas dapat di peroleh informasi sebagai berikut
1. Bidang
pengembangan fisik motorik dari sejumlah 21 Anak masih ada beberapa anak yang belum berkembang 0%
,mulai berkembang 32,2% ,berkembang sesuai harapan 67,7% ,berkembang sangat baik 48,8%.
2.Bidang
pengembangan kognitif dari sejumlah anak 21 anak masih ada beberapa anak yang
belum berkembang 0%,mulai berkembang 45,5%,berkembang sesuai harapan 42,2%,berkembang
sangat baik 12%.
3. Bidang
pengembangan bahasa dari sejumlah anak 21 anak masih ada beberapa anak yang
belum berkembang 0%,mulai berkembang 43,3%,berkembang sesuai harapan 52,2%,berkembang
sangat baik 4,4%.
4. Bidang pengembangan
seni dari sejumlah anak 21 anak masih
ada beberapa anak yang belum berkembang 0%,mulai berkembang 60%,berkembang sesuai
harapan35,5%,berkembang sangat baik 4,4%.
Secara umum dari nilai pengembangan fisik
motorik,kognitif,bahasa dan seni dapat disimpulkanbahwa nilai bidang
pengembangan fisik motorik masih ada (BB/MB) yang mendapat nilai kurang baik
ada 32,2%, dan ada beberapa anak yang mendapapatkan nilai (BSH/BSB) 98,8%, dan bidang
pengembangan kognitif ada beberapa anak yang mendapat nilai (BB/MB) 45% dan ada
beberapa anak yang mendaat nilai (BSH dan BSB) 54,2%,dan di bidang pengembangan
bahasa ada beberapa anak yang mendapat nilai (BB/MB) 43,3% dan ada beberapa
anak yang mendapat nilai (BSH/BSB) 56,4%,dan di bidang pengembagan seni ada
beberapa anak yang mendapat nilai (BB/MB) 60% dan ada beberapa anak yang
mendapat nilai (BSH/BSB) 39,4%.
Dari nilai rekapitulasi di atas
ternyata nilai bidang pengembangan (yang paling jelek) (seni) masih terdapat
sekian 60% yang belum memenuhi standar. di bandingkan dengan nilai pengembangan
kognitif,di badingkan dengan nilai bahasa ,di bandingkan dengan nilai
pengembangan seni,di bandingkan dengan nilai yang paling kecil.
Oleh karena itu penulis memutuskan untuk
melakukan peneliian tindakan kelas sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan
seni melalui kegiatan mewarnai dengan berbagai media di kelompok A Kelompok
bermin cinta tanah air desadanasari kecamatan bojong kabupaten tegal
Dari hasil diskusi penulis dengan
teman sejawat berkenan dengan rendahnya
nilai bidang seni dimingkinkn karena
1.
Identifikasi masalah
Berdasarka latar belakang masalah di atas dapat di identifikasi
masalah sebagai berikut:
a.
Anak ribut dan ngobrol sendiri ketika guru menjelaskan
b.
Anak kurang tertarik pada kegiatan mewarnai gambar anak laki-laki
dan anak perempuan
c.
Anak kurang memahami kegiatan mewarnai gambar anak laki-laki dan
anak perempuan
d.
Anak belum bisa menggunakan kuas dengan benar
e.
Anak tidak berani untuk bertanya pada saat guru menjelaskan cara
mewarnai gambar
2.
Analisis masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di
atas dapat di analisis masalah sebagai berikut
a. Dalam
menjelaskan cara mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan guru hanya fokus
pada kegiatanya saja sehingga anak merasa tidak di perhatikan
b. Dalam menyajikan
kegiatan mewarnai gambar anakaki-laki dan perempuan media yang di gunakan
terlalu kecil dan kurang menarik
c. Media yang di
gunakan monoton dan tidak fareatif
d.
Guru belum bisa memberia penjelasan cara memegang dan menggunakan
krayon atau pensil warna
e.
Anak masih malu-malu dan takut unuk mengutarakan pertnyaan kepada
guru.
3.
Alternatif Dan Prioritas Dan Pemecahan Masalh
Mengingat
keterbataan waktu tindakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan
kelas ini di perioritaskan perbaikan dalam upaya nilai hasil belajar dengan
mengubah metode pembelajaran dengan menggunakan media yang berfariasi
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latarbelakang di atas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut
1.
Apakah dengan metode demonstrasi dan penugasan dengan mengunakan media
gambar dan cat air dapat meningkatkan kemampuan seni melalui kegiatan mewarnai
di Kelompok Bermain Cinta Tanah Air Dukuh Diwung Desa Danasari?
2. Apakah dengan metode demonstrasi dan penugasan dengan
menggunakan media gambar dan cat air dapat meningkatkan aktivitas belajar anak Kelompok
A pada bidang pengembangan seni.
C.
Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan
penelitian perbaikan pembelajaran
1.
Untuk menunjukan bahwa metode demonstrasi dan penugasan dapat
meningkatkan kemampuan seni anak dalam
mewarnai gambar di Kelompok Bermain Cinta
Tanah Air Dukuh Diwung Desa Danasari
kecamatan bojong kabupaten tegal
2.
Membuat aplikasi edukatif dan interaktif sebagai media pembelajaran
untuk membantu siswa Kelompok Bermain Cinta
Tanah Air Dukuh Diwung Desa Danasari
kecamatan bojong kabupaten tegal,cara-cara mewarnai gambar
3.
Menerapkan objek dan konten yang di buat menggunakan tools corel
draw dan audacity dalam game engine construct2 secara maksimal.
D.
Mafaat penelitian
1.
Manfaat bagi anak
a.
meningkatkan hasil belajar anak pada pengembangan seni pada
indikator mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan
b.
Meningkatkan aktifits dan kreatifitas anak pada kemampuan mewarnai
gambar anak laki-laki dan perempuan
c.
Meningkatkan rasa percaya diri anak pada kemampuan mewarnai gambar
anak laki-laki dan perempuan
2.
Manfaat bagi Guru
a.
Memperbaiki pembelajaran
yang di kelolanya ,karena dengan adanya perbaikan menimbulkan rasa puas karena
sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
b.
Memperoleh pengalaman profesionsl dalam mengatasi anak didik yang
mengalami kesulitan dalam pembelajaran khususnya pada kemampuan seni anak dalam
mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan dengan gambar dan cat air.
c.
Dapat mengukur keberhasilan guru dalam menerapkan pembelajaran
3.
Manfaat bagi sekolah
a.
Mendorong terjadinya inofasi pada diri guru telah berhasil pula
meningkatkan kualitas pendidikan untuk siswa
b.
Memajukan sekolah dengan mendorong guru-gurunya mengembangkan
wawasan profesional
c.
Meningkatkan kualitas pendidikan sehingga melahirkan anak-anak yang
berpotensi di kelompok bermain cinta
tanah air desa denasari kecamatan bojong kabupaten tegal.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Kerangka Teori
1.
Bidang Pengembangan Seni
Sebagai makhluk yang merasa dan memikir, anak
mempunyai kebutuhan untuk menyatakan perasaan dan pikiran dengan berbagai macam
cara menurut keinginannya sendiri. Dalam meyatakan perasaan dan pikiran atau
berekspresi itu anak menghayati berbagai macam perasaan tentang hal-hal atau
peristiwa yang dialami, seperti perasaan senang, perasaan puas, perasaan
keindahan dan sebagainya.
Seni
merupakan ciptaan manusia, oleh sebab itu senantiasa ada kesesuaian dengan
sifat-sifat manusia yang menciptakannya. Demikian juga halnya dengan seni
kanak-kanak. Keindahan yang terdapat dalam berbagai perwujudan seni kanak-kanak
ada kesesuaiannya dengan jiwa dan perasaan anak, yang minat dan perhatiannya
senantiasa tertuju kepada segala sesuatu yang bersifat indah dan menyenangkan
baginya. Jiwa dan sifat anak-anak tercermin dalam “perbuatan seni”-nya dan
mempunyai keindahan yang khas. Kenyataan ini menuntut pengertian, penghargaan
dan penilaian yang lain sifatnya dalam pendidikan.
Pada
dasarnya seni adalah hasil keindahan kreasi manusia. Jadi keindahan alam tidak
termasuk dalam pengertian seni, walaupun ada hubungannya, karena keindahan alam
itu selalu mempengaruhi perasaan keindahan manusia dan senantiasa menjadi
sumber keindahan. Oleh karena itu perbuatan atau pekerjaan manusia erat
hubungannya dengan pikiran. Sekalipun dasar perbuatan itu adalah perasaan, akan
tetapi dalam seluruh proses pekerjaan seni tidak hanya ditentukan oleh perasaan
saja, melainkan bertalian erat dengan pikiran. Halus dan jernihnya perasaan
serta tajamnya pikiran merupakan syarat-syarat untuk dapat menciptakan
perwujudan seni yang tinggi mutunya. Pikiran menentukan benar atau salahnya
perwujudan dan yang menentukan bagus atau tidaknya perwujudan seni adalah
perasaan. Berhubung perasaan manusia itu berbeda-beda maka sering kali
perwujudan seni dianggap baik oleh seseorang dan dianggap jelek oleh orang
lain. Penentuan ini sifatnya sangat individual dan subyektif. Walaupun
demikian, ada ukuran-ukuran sebagai hasil penyelidikan yang dilakukan dalam
bidang sei yang pada umumnya dapat dipakai sebagai pedoman untuk menentukan
rendah atau tingginya mutu seni.
2.
proses
pembelajaran pengembangan seni
a.
Aktifitas
belajar
aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok,
yaitu sebagai berikut:
1) Kegiatan-kegiatan
visual (visual activities), yaitu membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi,
pameran dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
2) Kegiatan-kegiatan lisan
(oral activities), yaitu mengemukakan suatu fakta atau
prinsip, menghubungkan suatu kejadian mengajukan pertanyaan, memberi saran,
mengemukakan pendapat, berwawancara diskusi dan interupsi
3) Kegiatan-kegiatan
mendengarkan (listening activities), yaitu mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan
percakapan atau diskusi kelompok, atau mendengarkan radio.
4) Kegiatan-kegiatan
menulis (writing activities), yaitu menulis cerita, menulis
laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat outline atau rangkuman,
dan mengerjakan tes serta mengisi angket.
5) Kegiatan-kegiatan
menggambar (drawing activities), yaitu menggambar, membuat grafik,
diagram, peta dan pola.
6) Kegiatan-kegiatan
motorik (motor activities), yaitu melakukan percobaan, memilih
alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan,
serta menari dan berkebun.
7) Kegiatan-kegiatan
mental (mental activities), yaitu merenungkan mengingat, memecahkan
masalah, menganalisa faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat
keputusan.
8) Kegiatan-kegiatan
emosional (emotional activities), yaitu minat, membedakan, berani,
tenang, merasa bosan dan gugup.
b.
Belajar
dan prestasi belajar
1)
Pengertian belajar
belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.”
Selanjutnya Winkel (1996:53) belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang
berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.
Perubahan itu bersifat secara relatif konstant.” Kemudian Hamalik (1983:28)
mendefinisikan belajar adalah “suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat
pengalaman dan latihan.
2)
Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari
kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi
merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar
secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri.
Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan
pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita
temukan satu titik persamaan. Sehubungan dengan prestasi belajar, Poerwanto
(1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai
oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam
raport.”
c.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar
1) Faktor yang berasal dari siswa
Faktor yang datang dari siswa terutama kemampuan yang dimilikinya di samping faktor kemampuan yang
dimiliki siswa,ada juga faktorlain seperti motivasi belajar,minat dan
perhatian,sikap dan kebiasaan belajar,ketekunan serta faktor fisik dan psikis
2) Faktor yang berasal dari
luar siswa
Prestasi belajar siswa sangat di pengaruhi oleh kualitas
pembelajaran yang artinya yaitu tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam
mencapai tujuan pembelajaran
3. Metode Demonstrasi dan penugasan
a. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu strategi pengembangan dengan cara memberikan pengalaman belajar melalui perbuatan
melihat dan mendengarkan kemudian diikuti dengan meniru kegiatan yang
didemonstrasikan.
Metode demonstrasi merupakan suatu sumber metode mengajar dimana seorang
guru, orang luar, atau manusia sumber yang sengaja diminta
atau anak menunjukan suatu benda aslinya atau tiruan.
b.
Manfaat metode demonstrasi yaitu:
a)
Perhatian anak dapat lebih dipusatkan.
b)
Proses belajar anak lebih terarah pada materi
yang sedang dipelajari.
c)
Pengalaman dan kesan sebagai hasil.
d)
Memberikan ilustrasi dalam menjelaskan
informasi pada anak.
e)
Membantu meningkatkan daya pikir anak.
c. Tujuan metode demonstrasi
Demonstrasi merupakan suatu wahana untuk memberikan pengalaman belajar
agar anak dapat menguasai kemampuan yang diharapkan dengan lebih baik. Tujuan
metode demonstrasi adalah peniruan terhadap model yang dapat dilakukan dan
memberikan pengalaman belajar melalui penglihatan dan pendengaran.
Kelebihan metode demonstrasi
yaitu:
a)
Membantu anak memahami dengan jelas jalannya
suatu proses atau kerja suatu benda atau peristiwa.
b)
Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
c)
Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil
ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret.
d)
Perhatian anak dapat lebih terpusatkan.
e)
Anak dapat ikut serta aktif.
f)
Mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin
terjadi sekiranya anak hendak mencoba sendiri.
g)
Beberapa persoalan yang belum dimengerti dapat
ditanyakan langsung saat suatu proses ditunjukan sehingga terjawab dengan jelas.
d. Kelemahan
metode demonstrasi yaitu:
a)
Anak didik terkadang sukar melihat dengan
jelas benda/peristiwa yang akan
dipertunjukan karena jumlah anak yang banyak dalam satu kelas atau alat media yang terlalu kecil.
b)
Tidak semua benda atau peristiwa dapat
didemostrasikan.
c)
Sukar dimengerti apabila didemonstrasikan oleh
guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
d)
Apabila tidak dilanjutkan dengan eksperimen
ada kemungkinan anak menjadi
lupa dan materi belajar tidak akan bermakna karena tidak menjadikan pengalaman belajar.
e. Metode Penugasan
Metode penugasan atau metode
pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberi
tugas kepada siswa. Dalam proses pembelajaran, siswa hendaknya didorong untuk
melakukan kegiatan yang dapat menumbuhkan proses kegiatan kreatif, oleh karena
itu metode penugasan dapat dipergunakan untuk mendukung metode pembelajaran
lain.
1)
Tujuan metode penugasan yaitu:
a)
Menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif.
b)
Mendorong perilaku kreatif.
c)
Membiasakan berpikir komprehensif.
d)
Memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran.
2) Manfaat metode penugasan yaitu:
a)
Menumbuhkan kebiasaan belajar secara mandiri
dalam lingkungan bersama
(kolektif) maupun sendiri.
b)
Melatih cara mencari informasi secara langsung
dari sumber belajar yang terdapat
dilingkungan sekolah, rumah dan masyarakat.
c)
Menumbuhkan suasana pembelajaran yang
menggairahkan (rekreatif).
3) Kelebihan metode penugasan yaitu:
a)
Hasil pelajaran ini lebih tahan lama dan
membekas dalam ingatan anak.
b)
Anak belajar dan mengembangkan inisiatif dan
sikap mandiri.
c)
Memberikan kebiasaan untuk disiplin dan giat
belajar.
d)
Dapat mempraktekan hasil-hasil teori dalam
kehidupan yang nyata.
e)
Dapat memperdalam pengetahuan siswa dalam
spesialisasi tertentu.
4)
Kelemahan metode penugasan yaitu:
a)
Siswa dapat melakukan penipuan terhadap tugas
yang diberikan (dikerjakan oleh orang
lain atau menjiplak karya orang lain).
b)
Bila tugas diberikan terlalu banyak, maka
siswa dapat mengalami kejenuhan
sehingga mengganggu ketenangan batin siswa.
c)
Sulit memberikan tugas yang dapat memenuhi
sifat perbedaan individunya dan
minat dari masing-masing siswa.
d)
Pemberian tugas cenderung memakan waktu dan tenaga serta biaya yang
cukup berarti.
5) Saran-saran pelaksanaan metode penugasan sebagai
berikut:
a)
Merencanakan pemberian tugas secara matang.
b)
Tugas yang diberikan hendaknya didasarkan pada
minat dan kemampuan siswa.
c)
Tugas yang diberikan berkaitan dengan materi
pelajaran yang telah diberikan.
d)
Jenis tugas yang diberikan hendaknya telah
dimengerti oleh siswa agar dapat
dilaksanakan dengan baik.
e)
Jika tugas yang diberikan bersifat tugas
kelompok, maka pembagian tugas
(materi tugas) harus diarahkan, termasuk batas waktu
penyelesaiannya.
f)
Guru dapat membantu menyediakan alat dan
sarana yang diperlukan dalam pemberian
tugas.
g)
Tugas yang diberikan dapat merangsang
perhatian siswa dan realistis.
h)
Hasil tugas siswa dinilai oleh guru.
4.
Media Gambar dan cat air
Media gambar adalah
suatu gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk
menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Media gambar ini dapat membantu
siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga
hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat dengan lebih
jelas.
Ada lima syarat yang perlu dipenuhi oleh media gambar yaitu:
a.
Harus Autentik
Gambar tersebut haruslah
secara jujur melukiskan situasi seperti kalau orang melihat benda sebenarnya.
b.
Sederhana
Komposisinya hendak cukup
jelas menunjukan poin-poin pokok dalam gambar, jangan sampai berlebihan
sehingga dapat membuat kesulitan siswa untuk memahaminya.
c.
Ukuran Relatif
Gambar dapat membesarkan
atau mengecilkan objek atau benda sebenarnya.
d.
Gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Gambar yang baik menunjukan objek dalam
keadaan memperlihatkan aktifitas tertentu sesuai dengan tema pembelajaran.
e.
Gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
1) Fungsi media gambar sebagai berikut:
a)
FungsiAtensi
Media visual atau gambar merupakan inti yakni menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau yang menyertaiteksmateripelajaran.(https://www.pelajaran.id/2017/30/pengertian-media-gambar-fungsi-manfaat)
Media visual atau gambar merupakan inti yakni menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau yang menyertaiteksmateripelajaran.(https://www.pelajaran.id/2017/30/pengertian-media-gambar-fungsi-manfaat)
b)
Fungsikognirif
Media visual atau gambar terlihat dari temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
Media visual atau gambar terlihat dari temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
c)
Fungsikompenisatoris
Menurut hasil penelitian bahwa media visual atau gambar memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
Menurut hasil penelitian bahwa media visual atau gambar memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
2)
Kelebihan media gambar yaitu:
a)
Sifatnya konkret, gambar lebih realistis
menunjukan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b)
Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan
waktu.
c)
Media gambar dapat mengatasi keterbatasan
pengamatan.
d)
Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang
apa saja.
e)
Murah harganya, mudah didapatkan dan
digunakan.
3) Kelemahan media gambar yaitu:
a)
Gambar menekankan persepsi indera mata.
b)
Gambar yang ada terlalu
kompleks dan kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
c)
Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok
besar.
B. Kerangka Berpikir
Kemampuan bahasa pada anak kelompok A KB Cinta Tanah Air
Ds Danasari pada kondisi awal masih perlu
ditingkatkan. Tidak semua anak dapat mengerjakan kegiatan dengan sempurna,
kebanyakan anak masih harus dibantu pada saat mengerjakan lembar kegiatan
terutama pada saat kegiatan melengkapi huruf pada kata. Hal tersebut disebabkan
oleh anak yang belum mengerti huruf dan guru yang kurang maksimal dalam
pembelajaran serta penyediaan media
pembelajaran dan metode yang digunakan.Berdasarkan permasalahan diatas,
peneliti menerapkan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan
media gambar yang menarik menggunakan metode demonstrasi dan penugasan.Pada
kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi perhatian anak
dapat langsung berpusat pada pembelajaran yang akan didemonstrasikan oleh guru
kemudian langsung dituangkan pada lembar kegiatan. Kegiatan ini dapat dijadikan stimulus untuk memicu daya pikir anak.Atas dasar penelitian yang
dilakukan sangatlah penting bagi pendidik untuk menciptakan lingkungan yang
aman dan kegiatan yang menarik dan bervariasi serta memberikan bimbingan dan
motivasi sehingga anak dapat aktif dan mandiri dalam melaksanakan kegiatan.
C. Hipotesis
Berdasarkan kerangka berfikir diatas maka dapat diajukan hipotesis bahwa
melalui media gambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak dalam kegiatan
melengkapi huruf pada kata serta memberikan kesempatan pada anak agar belajar
tanpa ada paksaan. Upaya meningkatkan kemampuan bahasa (melengkapi huruf pada
kata) pada bidang kemampuan pengembangan bahasa dengan metode demonstrasi dan
penugasan mampu meningkatkan motivasi anak untuk belajar sehingga anak merasa
senang untuk melakukan kegiatan ini.
D. Indikator dan Kriteria Keberhasilan
Indikator adalah acuan penilaian untuk menentukan apakah peserta didik
telah berhasil menguasai kompetensi. Untuk mengumpulkan informasi apakah suatu
indikator telah tampil pada siswa, dilakukan penilaian sewaktu pembelajaran
berlangsung atau sesudah pembelajaran. Sebuah indikator dapat dijaring dengan
beberapa soal atau tugas. Selain itu, sebuah tugas dapat dirancang untuk menjaring
informasi tentang ketercapaian beberapa indikator. Adapun indikator kerja untuk
mengukur prestasi dan keberhasilan belajar anak adalah sejauh mana anak paham
dan bisa melengkapi huruf pada kata dengan baik.
Kriteria untuk mengukur tingkat pencapaian keberhasilan pembelajaran
dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode gambar meliputi:
1. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan telah mencapai tujuan
pembelajaran jika total jumlah anak mampu dalam kegiatan melengkapi huruf pada
kata melalui metode demonstrasi dan penugasan diatas 75%.
2. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan telah mencapai tujuan
pembelajaran jika jumlah anak yang paham dalam kegiatan melengkapi huruf pada
kata melalui metode demonstrasi dan penugasan ditambah dengan jumlah anak yang
sangat paham dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode
demonstrasi dan penugasan diatas 75%.
3. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan telah mencapai tujuan
pembelajaran jika jumlah anak yang paham ditambah dengan jumlah anak yang
sangat paham dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode
demonstrasi dan penugasan diatas 75%.
BAB
III
PELAKSANAAN
PENELITIAN DAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.
Subjek, Tempat,
Penelitian, Pihak yang membantu
1.
SubjekPenelitian
Subjek dalam perbaikan pembelajaran ini
adalah anak kelompok ‘A’ KB Cinta Tanah Air Desa Danasari Kecamatan Bojong
Kabupaten tegal,yang berjumlah 20 anak dengan perincian 9 anak laki-laki dan 12 anak
perempuan.
TABEL 3.1
No.
|
Nama
|
Tanggal Lahir
|
L/P
|
1
|
ALVI NURALISYA
|
2014-01-29
|
P
|
2
|
ANGGA FIRMANSYAH PUTRA
|
2013-09-13
|
L
|
3
|
AQILA APRIL
|
2013-04-14
|
P
|
4
|
AQILA FIRZA ALYANA
|
2013-05-10
|
P
|
5
|
AUFAR SHOLAHAN HIRZI
|
2012-12-05
|
L
|
6
|
AVRILIA FATIKHATULHIDA
|
2013-04-01
|
P
|
7
|
CITRA KHOFIF NAFISA
|
2013-12-05
|
P
|
8
|
IKPINAZASKIA
|
2012-06-08
|
P
|
9
|
KHALIDA AHADIL AUFA
|
2014-10-24
|
P
|
10
|
M.ASY-SAUKANINAYAKA
|
2013-06-15
|
L
|
11
|
M.HAIKAL HARIS HAFESA
|
2013-06-22
|
L
|
12
|
M.ZILDAN FAIRUS
|
2013-10-22
|
L
|
13
|
MIKAILA ASHFIYA
|
2014-03-29
|
P
|
14
|
MOHAMMAD ALDI SEPTIAN
|
2013-03-16
|
L
|
15
|
MUHAMMAD ANIZAR
|
2013-04-14
|
L
|
16
|
NAYRA ADIVA MECCA
|
2013-10-30
|
P
|
17
|
RAYDA HUSNA SALSABILA
|
2014-05-15
|
P
|
18
|
REVI FIRMANSYAH
|
2012-12-13
|
L
|
19
|
SALMA NURJANAH
|
2012-08-04
|
P
|
20
|
SITI NUR KHANIFAH
|
2013-01-28
|
P
|
2.
Tempat Penelitian
Tempat dalam perbaikan pembelajaran ini adalah di KB
Cinta tanah air Desa Danasari Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.
|
Ruang
kelas
|
|
Ruang
kelas
|
|
Kantor
|
3.
Waktu Penelitian
Waktu dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran di
mulai pada pukul 08:00-10:15 WIB,dengan kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran
sebagai berikut:
TABEL 3.2
WAKTU KEGIATAN
No
|
Kegiatan
|
Hari/Tanggal
|
Waktu
|
1
|
Pra Siklus
|
Senin-jum’at
30 Juli -3 Agustus
|
08:00-10:15
|
2
|
Siklus I
|
Senin-Kamis
13-16 Agustus
|
08:00-10:15
|
3
|
Siklus II
|
Senin-jum’at
17-21 September
|
08:00-10:15
|
TABEL 3.3
WAKTU KEGIATAN
No
|
Prasiklus
|
Tema
|
RPPH
|
Waktu
|
1
|
I
|
Diriku
|
RPPH I
|
30 Juli 2018
|
2
|
I
|
Diriku
|
RPPH II
|
31 Juli 2018
|
3
|
I
|
Diriku
|
RPPH III
|
01 Agustus 2018
|
4
|
I
|
Diriku
|
RPPH IV
|
02 Agustus 2018
|
5
|
I
|
Diriku
|
RPPH V
|
03 Agustus 2018
|
Adapun jadwal pelaksanaan harian untuk siklus 1dan
siklus 2 dapat kita lihat pada tabel berikut ini:
TABEL 3.4
JADWAL
PELAKSANAAN SIKLUS 1
TAHUN
PELAJARAN 2018/2019
No
|
Siklus
|
Tema
|
RPPH
|
Pelaksanaan
|
1
|
I
|
Lingkungan
|
RPPH I
|
13 Agustus
2018
|
2
|
I
|
Lingkungan
|
RPPH II
|
14 Agustus
2018
|
3
|
I
|
Lingkungan
|
RPPH III
|
15 Agustus
2018
|
4
|
I
|
Lingkungan
|
RPPH IV
|
16 Agustus
2018
|
TABEL 3.5
JADWAL
PELAKSANAAN SIKLUS II
TAHUN
PELAJARAN 2018/2019
No
|
Siklus
|
Tema
|
RPPH
|
Pelaksanaan
|
1
|
II
|
Kebutuhanku
|
RPPH I
|
17 September
|
2
|
II
|
Kebutuhanku
|
RPPH II
|
18 September
|
3
|
II
|
Kebutuhanku
|
RPPH III
|
19 September
|
4
|
II
|
Kebutuhanku
|
RPPH IV
|
20 September
|
5
|
II
|
Kebutuhanku
|
RPPH VI
|
21 September
|
4.
Pihak yang membantu
pada kesempatan ini penulis ucapkan alkhamdulilah
karna atas berkar rokhmat alloh yang maha kuasa laporan praktik pemantapan
kemampuan profesional telah berhasil penulis selesaikan.dalam penulisan ini
penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:
Nama : Riyanti,S,PdI
Pekerjaan : Guru
Alamat : KB cinta tanah
air
No HP : 0823 4195 8582
B.
Disain dan Prosedur Penelitian
1.
Desain Penelitian
a.
Perencanaan
Desain dengan teman sejawat dan berkonsultasi dengan pembimbing
untuk mengungkap dan memperjelas identifikasi masalah, menganalisis masalah dan
merumuskan masalah. Proses pembelajaran sehingga mendapatkan solusi dari permasalahan
yang muncul tersebut.
b.
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran pra siklus :
1)
Kegiatan awal ± 30 menit
a)
Berbaris
b)
Berdoa
c)
Berbagi cerita tentang diri sendiri (anggota tubuh )
d)
Menyebutkan rukun islam
e)
Menggerakan kepala ke kanan dan ke kiri dan melenturkan jari-jari
tangan
2)
Kegiatan inti ± 60 menit
a)
Menyebutan anggota tubuh
b)
Menebali namaa-nama anggota tubuh
c)
Mewarnai gambar anak laki-laki dan anak perempuan
3)
Istirahat ± 30 menit
a)
Mencuci tangan
b)
Berdo’a sebelum makan
c)
Bermain di luar kelas
4)
Kegiatan akhir ± 30 menit
a)
Mengulas kegiatan awal
b)
Menginformasikan kegiatan untuk esok hari
c)
Berdo’a salam pulang
d)
Pulang
c.
Pengamatan
Proses pengamatan dilakukan oleh teman sejawat dari hasil
pengamatan, aktivitas guru diperoleh temuan sebagai berikut :
(1)
Anak belum termotifasi dalam melakukan kegiatan
(2)
Anak tidak merespon terhadap tugas yang di berikan guru
(3)
Anak juga belum mau mencoba untuk mengikuti kegiatan
(4)
Untuk kegiatan di pra siklus menghasilkan nilai yang di peroleh
(MB) 15 anak,(BSH) 4 anak, dan (BSB) 0
anak.
Data yang di guanakan dalam PTK adalah di ambil dari pemberian
lembaran – lembaran tugas kegiatan sehingga dapat meningkatkan prestasi setiap
peserta didik, sementara pemahaman peserta didik di peroleh berdasarkan
sktifitas selama proses pembelajaran di pra siklus, siklus I dan siklus II.
d.
Refleksi
Tahap ini penulis melakukan kerja sama dengan teman sejawat dan
berkonsultasi dengan pembimbing, hasil diskusi yan di peroleh sebagai berikut :
1)
Dalam mendemontrasikan kegiatan perlu di ulang-ulang
2)
Penggunaan media belum maksimal
3)
Media yang di gunakan kurang berfariasi
4)
Memberikan perhatian khusus terhadap anak yang belum ingin
mengikuti kegiatan mewarnai.
2.
Siklus I
RPPH IV
a)
Perencanaan
Diskusi dengan teman sejawat dan konsultasi dengan guru
pembimbinguntuk mengungkap dan menjelaskan identifikasi masalah, menganalisis
masalah, proses pembelajaran sehigga mendapatkan solusi.
b)
Pelaksanaan
1)
Kegiatan Awal ± 30 menit
a)
Berbaris
b)
Berdoa
c)
Berbagi cerita tentang kebersihan
d)
Mewarnai dengan satu kaki
2)
Kegiatan inti ± 60 menit
a)
Menceritakan cara mencuci baju
b)
Menjumlahkan benda-benda
c)
Mewarnai baju olah raga
3)
Istirahat ± 30 menit
a)
Mencuci tangan
b)
Doa mau makan
c)
Bermain di luar dan di dalam kelas
4)
Kegiatan akhir ± 30 menit
a)
Mendengarkan cerita guru
b)
Tepuk jari
c)
Mengulas kegiatan awal
d)
Menginformasikan kegiatan untuk besok
e)
Berdoa salam pulang
Langkah – langkah perbaikan yang di ambil antara lain :
1)
Guru mempersiapkan alat atau
benda yang akan di gunakan untuk kegiatan esok
2)
Guru mendemontrasikan kegiatan yang akan di ajarkan
3)
Guru memberi tugas kepada anak
4)
Menyiapkan benda-benda yang menarik
5)
Guru memotivasi anak.
6)
Memberi kesempatan kepada anak untuk mengulang kegiatan berikutnya
5)
Pengamatan
Proses pengamatan di lakukan dengan teman sejawat dan dari hasil
pengamatan yang di peroleh sebagai berikut :
a)
Guru sudah mempersiapkan alat peraga yang akan di gunakan
b)
Guru sudah mendemontrasika kegiatan
Proses pengamatan terhadap siswa di peroleh sebagai berikut :
1)
Anak sangat termotifasi
mengikuti kegiatan mewarnai menggunakan media alat yang berfariasi dan
menarik.
2)
Anak merespon dalam kegiatan mewarnai
Nilai yang di peroleh dalam RKH IV adalah BB 0 anak, MB 10 anak, BSH
5 dan BSB 4 anak.
6)
Refleksi
Guru dalam mendemontrasikan masih harus di ulang namun sudah adanya
peningkatan anak dalam melaksanakan kegiatan mewarnai sudah terlihat
baik,walaupun demikian guru harus memberikan perhatian khusus bagi anak – anak
yang belum mampu melakukan dengan baik.
3.
Siklus II
RPPH IV
a)
Perencanaan
Dalam hal ini di diskusikan dengan teman sejawat dan guru
pembimbing untuk mendapatkan atanu mengungkapkan identifikasi masalah,
menganalisis masalah, proses pembelajaran sehingga ada solusinya dalam
melaksanakan kegiatan membilang.
b)
Pelaksanaan
1)
Kegiatan awal ±30 menit
a)
Berbaris
b)
Berdoa masuk kelas
c)
Menjawab pertanyaan sederhana
d)
Bercerita tentang pentingnya olah raga
e)
Berjalan jinjit di garis lurus
2)
Kegiatan inti ± 60 menit
a)
Bercerita tantang adik
b)
Memberi angka pada gambar dot susu
c)
Menggunting gambar dot susu
3)
Istirahat ± 30 menit
a)
Mencuci tangan
b)
Berdoa makan
c)
Bermain di dalam dan di luar kelas
4)
kegiatan akhir ±30 menit
a)
Mendengarkan cerita guru
b)
Mengulas kegiatan awal
c)
Menginformasikan kegiatan esok
d)
Berdoa salam pulang
Langkah –
langkah perbaikan antara lain :
1)
Guru menyiapkan alat peraga
2)
Guru menerangkan dan mendomontrasikan kegiatan
3)
Guru memotivasi anak dan memuji kinerja anak.
c)
Pengamatan
Proses
pengamatan di lakukan dengan teman sejawat dari hasil pengamatan yang di
peroleh untuk guru sebagai berikut :
1)
Guru sudah baik dalam mempersiapkan APE
2)
Contoh yang di tunjukan ke perserta didik sudah baik
3)
Metode demontrasi yang di gunakan juga sudah tidak di ulang
4)
Guru sudah mengamati anak dalam kegiatan mewarnai dengan baik.
Hasil pengamatan terhadap siswa di peroleh sebagai berikut :
a)
Anak sangat senang menerima tugas
b)
Anak paham apa yang di sampaikan oleh guru atas kegiatan mewarnai
Nilai yang di dapat RKH IV pada siklus II sebagai berikut :
BB 0 anak,MB 4 anak,BSH 10 anak dan BSB 4 anak.
d)
Refleksi
Melalui
kerjasama dengan teman sejawat dan berkomunikasi dengan guru pembimbing
mendapat hasil :
1)
Guru sudah maksimal menggunakan media media atau alat peraga
2)
Dalam penggunaan metode demontrasi sudah sesuai dengan yang di
harapkan
3)
Anak terlihat sangat antusias dalam mengerjakan tugas yang di
berikan oleh guru
4)
Media alat peraga sangat membantu pada pelaksanaan kegiatan mewarnai.
e)
Prosedur penelitian
Prosedur penelitian pembelajaran ini dilaksanakan melalui kegiatan
pembelajaran :
1)
Prasiklus
2)
Siklus I
3)
Siklu II
Pada masing – masing siklus, di laksanakan melalui 4 tahapan, yaitu
:
a)
Perencanaan
b)
Pelaksanaan
c)
Pengamatan
d)
Refleksi
1)
Perencanaan
Dalam rencana perbaikan pembelajaran bidang pengembangan seni anak,
khususnya dalam kegiatan mewarnai melalui metode demontrasi dan penugasan di
kelompok A KB cinta tanah air Dk. diwung danasari kecamatan bojong Kabupaten
Tegal, masih banyak anak yang kukarang memahami penjelasan yang di sampaikan
oleh guru. Sehingga peserta didik mengalami kesulitan saat di minta melakukan
tugas yang di berikan. Rencana perbaikan ini meliputi :
a)
Tindak perbaikan
Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, penulis akan mengadakan
kegiatan perbaikan pembelajaran , melalui beberapa langkah di antarannya :
1)
Guru menyediakan materi yang berkaitan dengan peninghkatan
kemampuan seni anak melalui kegiatan mewarnai pada anak usia dini.
2)
Guru merumuskan tujuan perbaikan kemampuan seni anak dalam kegiatan
mewarnai melalui metode demontrasi dan penugasan secara berulang.
3)
Guru merencanakan pengelolaan kelas
4)
Guru merencanakan kegiatan perbaikan melalui penjelasan secara
lisan dengan dukungan alat peraga yang memadai dan metode penjelasan yang
langsung dapat di terima anak.
5)
Guru menggunakan metode demontrasi dan penugasan yang dilakukan
secara berulang – ulang dengan media yang tidak berbahaya untuk anak didik
6)
Guru membantu anak yang mengalami kesulitan
7)
Guru memberi pengalaman belajar yang berkesan sehingga anak akan
lebih termotifasi dan mudah mengingat pembelajaran yang telah di kerjakan.
b)
Langkah – langkah perbaikan
1)
Peneliti mempersiapkan data hasil pelaksanaan pembelajaran seni
sebelumnya.
2)
Mengadakan refleksi terhadap hasil pembelajaran seni yang telah
dilakukan.
3)
Membuat skenario pembelajaran,
4)
Guru membuat rencana kegiatan harian (RKH ) yang telah di
tandatangani oleh kepala KB,
5)
Guru mengadakan diskusi dangan teman sejawat mengenai permasalahan
kemampuan seni anak dalam kegiatan mewarnai
6)
Membuat lembar pengamatan untuk menilai hasil dari pembelajaran
secara keseluruhan,
7)
Menyusun strategi pembelajaran,
8)
Menentukan sumber belajar
9)
Mempersipakna alat evaluasi
10)
Menentukan metode pembelajaran
11)
Mempersiapkan alat peraga / media dan lembar tugas untuk
meningkatkan hasil kegiatan.
2)
Pelaksanaan
Pelaksanaan PTK. Dapat dilakukan melalui :
a)
Prosedur umum
Langkah – langkah dalam menentukan PTK yaitu, sebagai berikut :
1)
Melakukan refleksi, merupakan suatu kegiatan merenung, mengingat
dan menghubungkan kinerja dalam mengajar yang telah terjadi dalam pembelajaran.
Kegiatan refleksi terdiri dari : kegiatan identifikasi masalah,
analisis masalah dan perumusan masalah .
2)
Merencanakan perbaikan pembelajaran yang di tuangkan dalam bentuk
rencana kegiatan harian ( RKH).
3)
Berdasarkan rencana perbaikan melalui RKH yang telah di bua, maka
dilaksanakan pembelajaran
4)
Menganalisis dan menginterprestasikan data yang di peroleh selama
perbaikan pembelajaran berlangsung
5)
Menyelesaikan hasil interprestasi data yang telah di peroleh dari
hasil perbaikan pembelajaran yang sudah dilakukan.
b)
Prosedur khusus
Perbaikan pembelajaran dilakukan dilaksanakan dalam dua
siklus,masing – masing siklus berbeda pelaksanaanya, yaitu : siklus I dilaksanakan
pada hari kamis,16 Agustus 2018,dan siklus II dilaksanakan pada hari kamis,24
september 2018.
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran setiap siklus di amati oleh
seorang pengamat yaitu Ibu Riyanti,S.PdI selaku guru KB cinta tanah air dk
diwung danasari kecamatan bojong Kabupaten Tegal.
Tugas pengamat dalam peneliti ini adalah mengamati proses kegiatan
perbaikan pembelajaran secara keseluruhan. Hasil pengamatan yang tercantum
dalam lembar observasi merupakan hasil masukan bagi penulis sebagai guru peneliti.
Dalam pelaksanaan atau pengamatan observasi perbaikan pembelajaran
di lengkapi dengan beberapa instrumen sebagai berikut :
1)
Rencana perbaikan RKH ( Rencana Kegiatan Harian ) siklus 1
2)
Rencana perbaikan RKH
(Rencana Kegiatan Harian ) siklus 2
3)
Lembar penilaian
4)
Lembar Analisis hasil perbaikan
Adapun fokus penelitian
pelaksanaan perbaikan pembelajaran kemampuan fisik motorik khususnya kegiatan mewarnai
dengan berbagai media alat sebagai berikut :
a)
Penerapan pembelajaran
b)
Penggunaan media dan alat peraga
c)
Membimbing siswa dalah kegiatan mewarnai
d)
Dalam proses pembelajaran dilaksanakan yang sudah di tuangkan dalm
rencana perbaikan rencana kegiatan harian (RPRKH). Tahap-tahapan tersebut di
susun dalam strategi pembelajaran yang terdiri dari :
1)
Kegiatan Awl
2)
Kegiatan Inti
3)
Istirahat
4)
Kegiatah Akhir
C.
Rencana Pelaksanaan Pembelajan Harian (RPPH)
Dalam melakukan perbaikan pembelajaran, perlu
adanya rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) untuk mengetahui kegiatan
pembelajaran pada prasiklus, siklus 1
dan suklis 2 yaitu sebagai berikut:
1.
RPPH 1 Pra Siklus
Tema :Diriku
Sub Tema : Tubuhku (anggota tubuh)
Pelaksanaan : Senin 30 Juli 2018
2.
RPPH IV Siklus I
Tema :
Lingkunganku
Sub tema :
Keluargaku
Pelaksanaan :
Kamis 16 Agustus 2018
3.
RPPH V Siklus II
Tema :
Kebutuhanku
Sub tema :
Pakaian
Pelaksanaan :
Jum’at,21 September 2018

0 Response to " "
Post a Comment