ute.jpg





LAPORAN
PERBAIKAN PEMBELAJARAN

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SENI MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN PENUGASAN MENGGUNAKAN MEDIA CAT AIR PADA KELOMPOK A
KB CINTA TANAH AIR DK DIWUNG DESA DANASARI  KECAMATAN BOJONG KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP)
(PAUD 4501)


Disusun oleh:
Nama                     : PURWATI
NIM                      : 826-158-223
Progam Studi        : S1 PG-PAUD



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS TERBUKA UNIT PROGRAM BELAJAR
JARAK JAUH (UPBJJ) PURWOKERTO POKJAR

LEBAKSIU 2018.2




BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
Setiap anak di dunia memiliki berbagai kecerdasan  dalam tingkat dan indikator yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa semua anak pada hakekatnya adalah cerdas. Perbedaan terletak pada tingkatan dan indikator kecerdasannya, diantaranya anak didik menuntut cara berpikir pendidik yang adil dan eksistensial. Oleh sebab itu, pendidik perlu bertanya pada diri sendiri berkaitan dengan kecerdasan anak didiknya.
Pendidikan AUD merupakan bagian dari usaha guru Kelompok Bermain,KB,TPA,SP, untuk membantu proses tahapan pendewasaan anak melalui 6 aspek meliputi moral nilai-nilai agama,fisik motorik kasar dan halus,kognitif,sosial emosional bahasa dan seni.pendidikan AUD adalah suatu upaya pembinaan yang di tunjukan sejak lahir sampai 6 tahun yang di berikan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu tumbuh kembang anak untuk kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (depdiknas 2003)
Pembelajaran anak usia dini memerlukan metodologi yang berbeda dengan pembelajaran pada usia lain.pembelajaran pada anak usia dini membutuhkan metodologi yang unik dan kreatif.peran seorang guru sangat di perlukan dalam pendidikan anak dan menggali potensi anak didik.dari sini guru dalam pendidikan anak usia dini tidak hanya di pandang sebagai pengasuh dan pembimbing,akan tetapi guru Kelompok Bermain memenuhi setandar profesi guru.pendidikan harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran,sehat jasmani dan rokhani,serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Berdasarkan pementauan proes pemebelajaran dari tanggal 30 Juli - 3 Agustus 2018 di kelompok bermin cinta tanah air desa danasari kecamatan bojong kabupaten tegal kelompok A pada tema diri sendiri sub tema anggota tubuh di peroleh nilai seperti dalam tabel rekapitulasi nilai pembelajaran RPPH 1 sampai dengan RPPH 5 sebagai berikut:
Tabel. 1
REKAPITULASI PENILAIAN PEMBELAJARAN RPPH  1-5
PRA SIKLUS
RPPH
FM
KOG
BHS
SENI
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
3
10
6
11
8
11
8
15
3
2
7
7
3
6
5
6
7
10
10
6
2
3
7
8
4
13
6
11
7
1
11
7
4
8
11
9
10
7
10
2
12
4
2
5
4
8
4
2
9
5
3
12
1
13
4
1
JML
29
61
41
49
39
51
61
29
Keterangan:
1. BB (Belum Berkembang)
2. MB (Mulai Berkembang)
3. BSH (Berkembang Sesuai Harapan
4. BSB (Berkembang sangat Baik
Berdasarkan tabel di atas dapat di peroleh informasi sebagai berikut
1. Bidang pengembangan fisik motorik dari sejumlah 21 Anak masih ada     beberapa anak yang belum berkembang 0% ,mulai berkembang 32,2% ,berkembang sesuai harapan 67,7%  ,berkembang sangat baik 48,8%.
2.Bidang pengembangan kognitif dari sejumlah anak 21 anak masih ada beberapa anak yang belum berkembang 0%,mulai berkembang 45,5%,berkembang sesuai harapan 42,2%,berkembang sangat baik 12%.
3. Bidang pengembangan bahasa dari sejumlah anak 21 anak masih ada beberapa anak yang belum berkembang 0%,mulai berkembang 43,3%,berkembang sesuai harapan 52,2%,berkembang sangat baik 4,4%.
4. Bidang pengembangan  seni dari sejumlah anak 21 anak masih ada beberapa anak yang belum berkembang 0%,mulai berkembang 60%,berkembang sesuai harapan35,5%,berkembang sangat baik 4,4%.
   Secara umum dari nilai pengembangan fisik motorik,kognitif,bahasa dan seni dapat disimpulkanbahwa nilai bidang pengembangan fisik motorik masih ada (BB/MB) yang mendapat nilai kurang baik ada 32,2%, dan ada beberapa anak yang mendapapatkan nilai (BSH/BSB) 98,8%, dan bidang pengembangan kognitif ada beberapa anak yang mendapat nilai (BB/MB) 45% dan ada beberapa anak yang mendaat nilai (BSH dan BSB) 54,2%,dan di bidang pengembangan bahasa ada beberapa anak yang mendapat nilai (BB/MB) 43,3% dan ada beberapa anak yang mendapat nilai (BSH/BSB) 56,4%,dan di bidang pengembagan seni ada beberapa anak yang mendapat nilai (BB/MB) 60% dan ada beberapa anak yang mendapat nilai (BSH/BSB) 39,4%.
            Dari nilai rekapitulasi di atas ternyata nilai bidang pengembangan (yang paling jelek) (seni) masih terdapat sekian 60% yang belum memenuhi standar. di bandingkan dengan nilai pengembangan kognitif,di badingkan dengan nilai bahasa ,di bandingkan dengan nilai pengembangan seni,di bandingkan dengan nilai yang paling kecil.
     Oleh karena itu penulis memutuskan untuk melakukan peneliian tindakan kelas sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan seni melalui kegiatan mewarnai dengan berbagai media di kelompok A Kelompok bermin cinta tanah air desadanasari kecamatan bojong kabupaten tegal
            Dari hasil diskusi penulis dengan teman sejawat berkenan dengan   rendahnya nilai bidang seni dimingkinkn karena
1.      Identifikasi masalah
Berdasarka latar belakang masalah di atas dapat di identifikasi masalah sebagai berikut:
a.       Anak ribut dan ngobrol sendiri ketika guru menjelaskan
b.      Anak kurang tertarik pada kegiatan mewarnai gambar anak laki-laki dan anak perempuan
c.       Anak kurang memahami kegiatan mewarnai gambar anak laki-laki dan anak perempuan
d.      Anak belum bisa menggunakan kuas dengan benar
e.       Anak tidak berani untuk bertanya pada saat guru menjelaskan cara mewarnai gambar


2.      Analisis masalah
           Berdasarkan identifikasi masalah di atas dapat di analisis masalah sebagai berikut
a.       Dalam menjelaskan cara mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan guru hanya fokus pada kegiatanya saja sehingga anak merasa tidak di perhatikan
b.      Dalam menyajikan kegiatan mewarnai gambar anakaki-laki dan perempuan media yang di gunakan terlalu kecil dan kurang menarik
c.       Media yang di gunakan monoton dan tidak fareatif
d.      Guru belum bisa memberia penjelasan cara memegang dan menggunakan krayon atau pensil warna
e.       Anak masih malu-malu dan takut unuk mengutarakan pertnyaan kepada guru.
3.      Alternatif Dan Prioritas Dan Pemecahan Masalh
Mengingat keterbataan waktu tindakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini di perioritaskan perbaikan dalam upaya nilai hasil belajar dengan mengubah metode pembelajaran dengan menggunakan media yang berfariasi
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang di atas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut
1.    Apakah dengan metode demonstrasi dan penugasan dengan mengunakan media gambar dan cat air dapat meningkatkan kemampuan seni melalui kegiatan mewarnai di Kelompok Bermain  Cinta Tanah Air  Dukuh Diwung Desa Danasari?
2.    Apakah dengan  metode demonstrasi dan penugasan dengan menggunakan media gambar dan cat air dapat meningkatkan aktivitas belajar anak Kelompok A pada bidang pengembangan seni.



C.      Tujuan penelitian
            Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penelitian perbaikan  pembelajaran
1.         Untuk menunjukan bahwa metode demonstrasi dan penugasan dapat meningkatkan kemampuan seni anak  dalam mewarnai gambar di Kelompok Bermain  Cinta Tanah Air  Dukuh Diwung Desa Danasari kecamatan bojong kabupaten tegal
2.         Membuat aplikasi edukatif dan interaktif sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa Kelompok Bermain  Cinta Tanah Air  Dukuh Diwung Desa Danasari kecamatan bojong kabupaten tegal,cara-cara mewarnai gambar
3.         Menerapkan objek dan konten yang di buat menggunakan tools corel draw dan audacity dalam game engine construct2 secara maksimal.
D.           Mafaat penelitian
1.      Manfaat bagi anak
a.       meningkatkan hasil belajar anak pada pengembangan seni pada indikator mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan
b.      Meningkatkan aktifits dan kreatifitas anak pada kemampuan mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan
c.       Meningkatkan rasa percaya diri anak pada kemampuan mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan
2.      Manfaat bagi  Guru
a.        Memperbaiki pembelajaran yang di kelolanya ,karena dengan adanya perbaikan menimbulkan rasa puas karena sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
b.      Memperoleh pengalaman profesionsl dalam mengatasi anak didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran khususnya pada kemampuan seni anak dalam mewarnai gambar anak laki-laki dan perempuan dengan gambar dan cat air.
c.       Dapat mengukur keberhasilan guru dalam menerapkan pembelajaran
3.      Manfaat bagi sekolah          
a.       Mendorong terjadinya inofasi pada diri guru telah berhasil pula meningkatkan kualitas pendidikan untuk siswa
b.      Memajukan sekolah dengan mendorong guru-gurunya mengembangkan wawasan profesional
c.       Meningkatkan kualitas pendidikan sehingga melahirkan anak-anak yang berpotensi  di kelompok bermain cinta tanah air desa denasari kecamatan bojong kabupaten tegal.















BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.      Kerangka Teori
1.         Bidang Pengembangan Seni
                          Sebagai makhluk yang merasa dan memikir, anak mempunyai kebutuhan untuk menyatakan perasaan dan pikiran dengan berbagai macam cara menurut keinginannya sendiri. Dalam meyatakan perasaan dan pikiran atau berekspresi itu anak menghayati berbagai macam perasaan tentang hal-hal atau peristiwa yang dialami, seperti perasaan senang, perasaan puas, perasaan keindahan dan sebagainya.
                        Seni merupakan ciptaan manusia, oleh sebab itu senantiasa ada kesesuaian dengan sifat-sifat manusia yang menciptakannya. Demikian juga halnya dengan seni kanak-kanak. Keindahan yang terdapat dalam berbagai perwujudan seni kanak-kanak ada kesesuaiannya dengan jiwa dan perasaan anak, yang minat dan perhatiannya senantiasa tertuju kepada segala sesuatu yang bersifat indah dan menyenangkan baginya. Jiwa dan sifat anak-anak tercermin dalam “perbuatan seni”-nya dan mempunyai keindahan yang khas. Kenyataan ini menuntut pengertian, penghargaan dan penilaian yang lain sifatnya dalam pendidikan.
                      Pada dasarnya seni adalah hasil keindahan kreasi manusia. Jadi keindahan alam tidak termasuk dalam pengertian seni, walaupun ada hubungannya, karena keindahan alam itu selalu mempengaruhi perasaan keindahan manusia dan senantiasa menjadi sumber keindahan. Oleh karena itu perbuatan atau pekerjaan manusia erat hubungannya dengan pikiran. Sekalipun dasar perbuatan itu adalah perasaan, akan tetapi dalam seluruh proses pekerjaan seni tidak hanya ditentukan oleh perasaan saja, melainkan bertalian erat dengan pikiran. Halus dan jernihnya perasaan serta tajamnya pikiran merupakan syarat-syarat untuk dapat menciptakan perwujudan seni yang tinggi mutunya. Pikiran menentukan benar atau salahnya perwujudan dan yang menentukan bagus atau tidaknya perwujudan seni adalah perasaan. Berhubung perasaan manusia itu berbeda-beda maka sering kali perwujudan seni dianggap baik oleh seseorang dan dianggap jelek oleh orang lain. Penentuan ini sifatnya sangat individual dan subyektif. Walaupun demikian, ada ukuran-ukuran sebagai hasil penyelidikan yang dilakukan dalam bidang sei yang pada umumnya dapat dipakai sebagai pedoman untuk menentukan rendah atau tingginya mutu seni.
2.         proses pembelajaran pengembangan seni
a.      Aktifitas belajar
aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut:
1)   Kegiatan-kegiatan visual (visual activities), yaitu membaca,   melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
2)   Kegiatan-kegiatan lisan (oral activities), yaitu mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, berwawancara diskusi dan interupsi
3)   Kegiatan-kegiatan mendengarkan (listening activities), yaitu    mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, atau mendengarkan radio.
4)   Kegiatan-kegiatan menulis (writing activities), yaitu menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat outline atau rangkuman, dan mengerjakan tes serta mengisi angket.
5)   Kegiatan-kegiatan menggambar (drawing activities), yaitu menggambar, membuat grafik, diagram, peta dan pola.
6)   Kegiatan-kegiatan motorik (motor activities), yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, serta menari dan berkebun. 
7)   Kegiatan-kegiatan mental (mental activities), yaitu merenungkan mengingat, memecahkan masalah, menganalisa faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat keputusan.
8)   Kegiatan-kegiatan emosional (emotional activities), yaitu minat, membedakan, berani, tenang, merasa bosan dan gugup.
b.      Belajar dan prestasi belajar
1)          Pengertian belajar
belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Selanjutnya Winkel (1996:53) belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstant.” Kemudian Hamalik (1983:28) mendefinisikan belajar adalah “suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.

2)        Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Sehubungan dengan prestasi belajar, Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.”
c.          Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
1)   Faktor yang berasal dari  siswa
Faktor yang datang dari siswa terutama kemampuan yang   dimilikinya di samping faktor kemampuan yang dimiliki siswa,ada juga faktorlain seperti motivasi belajar,minat dan perhatian,sikap dan kebiasaan belajar,ketekunan serta faktor fisik dan psikis
2)   Faktor yang berasal dari luar siswa
Prestasi belajar siswa sangat di pengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang artinya yaitu tinggi rendahnya atau efektif  tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran
3.      Metode Demonstrasi dan penugasan
a.      Metode Demonstrasi
 Metode demonstrasi adalah suatu strategi pengembangan dengan cara memberikan pengalaman belajar melalui perbuatan melihat dan mendengarkan kemudian diikuti dengan meniru kegiatan yang didemonstrasikan.
Metode demonstrasi merupakan suatu sumber metode mengajar dimana seorang guru, orang luar, atau manusia sumber yang sengaja diminta atau anak menunjukan suatu benda aslinya atau tiruan.
b.       Manfaat metode demonstrasi yaitu:
a)        Perhatian anak dapat lebih dipusatkan.
b)        Proses belajar anak lebih terarah pada materi yang sedang   dipelajari.
c)        Pengalaman dan kesan sebagai hasil.
d)       Memberikan ilustrasi dalam menjelaskan informasi pada anak.
e)        Membantu meningkatkan daya pikir anak.

c.       Tujuan metode demonstrasi
Demonstrasi merupakan suatu wahana untuk memberikan pengalaman belajar agar anak dapat menguasai kemampuan yang diharapkan dengan lebih baik. Tujuan metode demonstrasi adalah peniruan terhadap model yang dapat dilakukan dan memberikan pengalaman belajar melalui penglihatan dan pendengaran.
Kelebihan metode demonstrasi yaitu:
a)      Membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda atau peristiwa.
b)      Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
c)      Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret.
d)     Perhatian anak dapat lebih terpusatkan.
e)      Anak dapat ikut serta aktif.
f)       Mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi sekiranya anak hendak mencoba sendiri.
g)      Beberapa persoalan yang belum dimengerti dapat ditanyakan langsung saat suatu proses ditunjukan sehingga terjawab dengan jelas.
d.    Kelemahan metode demonstrasi yaitu:
a)        Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda/peristiwa         yang akan dipertunjukan karena jumlah anak yang banyak dalam   satu kelas atau alat media yang terlalu kecil.
b)        Tidak semua benda atau peristiwa dapat didemostrasikan.
c)        Sukar dimengerti apabila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
d)       Apabila tidak dilanjutkan dengan eksperimen ada kemungkinan            anak menjadi lupa dan materi belajar tidak akan bermakna karena          tidak menjadikan pengalaman belajar.
e.  Metode Penugasan
                    Metode penugasan atau metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberi tugas kepada siswa. Dalam proses pembelajaran, siswa hendaknya didorong untuk melakukan kegiatan yang dapat menumbuhkan proses kegiatan kreatif, oleh karena itu metode penugasan dapat dipergunakan untuk mendukung metode pembelajaran lain.
1)        Tujuan metode penugasan yaitu:
a)          Menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif.
b)         Mendorong perilaku kreatif.
c)          Membiasakan berpikir komprehensif.
d)         Memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran.
2)    Manfaat metode penugasan yaitu:
a)         Menumbuhkan kebiasaan belajar secara mandiri dalam       lingkungan         bersama (kolektif) maupun sendiri.
b)        Melatih cara mencari informasi secara langsung dari sumber belajar yang terdapat dilingkungan sekolah, rumah dan masyarakat.
c)          Menumbuhkan suasana pembelajaran yang menggairahkan   (rekreatif).
3)   Kelebihan metode penugasan yaitu:
a)         Hasil pelajaran ini lebih tahan lama dan membekas dalam ingatan     anak.
b)        Anak belajar dan mengembangkan inisiatif dan sikap mandiri.
c)         Memberikan kebiasaan untuk disiplin dan giat belajar.
d)        Dapat mempraktekan hasil-hasil teori dalam kehidupan yang nyata.
e)         Dapat memperdalam pengetahuan siswa dalam spesialisasi tertentu.
4)        Kelemahan metode penugasan yaitu:
a)         Siswa dapat melakukan penipuan terhadap tugas yang diberikan      (dikerjakan oleh orang lain atau menjiplak karya orang lain).
b)        Bila tugas diberikan terlalu banyak, maka siswa dapat mengalami     kejenuhan sehingga mengganggu ketenangan batin siswa.
c)         Sulit memberikan tugas yang dapat memenuhi sifat perbedaan         individunya dan minat dari masing-masing siswa.
d)        Pemberian tugas cenderung memakan waktu dan tenaga serta biaya             yang cukup berarti.
5)    Saran-saran pelaksanaan metode penugasan sebagai berikut:
a)         Merencanakan pemberian tugas secara matang.
b)        Tugas yang diberikan hendaknya didasarkan pada minat dan            kemampuan siswa.
c)         Tugas yang diberikan berkaitan dengan materi pelajaran yang telah diberikan.
d)        Jenis tugas yang diberikan hendaknya telah dimengerti oleh siswa    agar dapat dilaksanakan dengan baik.
e)         Jika tugas yang diberikan bersifat tugas kelompok, maka      pembagian tugas (materi tugas) harus diarahkan, termasuk batas          waktu penyelesaiannya.
f)         Guru dapat membantu menyediakan alat dan sarana yang     diperlukan dalam pemberian tugas.
g)        Tugas yang diberikan dapat merangsang perhatian siswa dan            realistis.
h)        Hasil tugas siswa dinilai oleh guru.
4.    Media Gambar dan cat air
               Media gambar adalah suatu gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat dengan lebih jelas.
Ada lima syarat yang perlu dipenuhi oleh media gambar yaitu:
a.       Harus Autentik
Gambar tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti kalau orang melihat benda sebenarnya.
b.      Sederhana
Komposisinya hendak cukup jelas menunjukan poin-poin pokok dalam gambar, jangan sampai berlebihan sehingga dapat membuat kesulitan siswa untuk memahaminya.
c.       Ukuran Relatif
Gambar dapat membesarkan atau mengecilkan objek atau benda sebenarnya.
d.      Gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Gambar yang baik menunjukan objek dalam keadaan memperlihatkan aktifitas tertentu sesuai dengan tema pembelajaran.
e.       Gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
1)      Fungsi media gambar sebagai berikut:
a)        FungsiAtensi
      Media visual atau gambar merupakan inti yakni menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau yang menyertaiteksmateripelajaran.(
https://www.pelajaran.id/2017/30/pengertian-media-gambar-fungsi-manfaat)
b)        Fungsikognirif
           Media visual atau gambar terlihat dari temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
c)        Fungsikompenisatoris
           Menurut hasil penelitian bahwa media visual atau gambar memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
2)        Kelebihan media gambar yaitu:
a)         Sifatnya konkret, gambar lebih realistis menunjukan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b)        Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
c)         Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan.
d)        Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja.
e)         Murah harganya, mudah didapatkan dan digunakan.
3)    Kelemahan media gambar yaitu:
a)         Gambar menekankan persepsi indera mata.
b)     Gambar yang ada terlalu kompleks dan kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
c)         Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
B.       Kerangka Berpikir
Kemampuan bahasa pada anak kelompok A KB Cinta Tanah Air  Ds Danasari  pada kondisi awal masih perlu ditingkatkan. Tidak semua anak dapat mengerjakan kegiatan dengan sempurna, kebanyakan anak masih harus dibantu pada saat mengerjakan lembar kegiatan terutama pada saat kegiatan melengkapi huruf pada kata. Hal tersebut disebabkan oleh anak yang belum mengerti huruf dan guru yang kurang maksimal dalam pembelajaran serta penyediaan media pembelajaran dan metode yang digunakan.Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti menerapkan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan media gambar yang menarik menggunakan metode demonstrasi dan penugasan.Pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi perhatian anak dapat langsung berpusat pada pembelajaran yang akan didemonstrasikan oleh guru kemudian langsung dituangkan pada lembar kegiatan. Kegiatan ini dapat dijadikan stimulus untuk memicu daya pikir anak.Atas dasar penelitian yang dilakukan sangatlah penting bagi pendidik untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kegiatan yang menarik dan bervariasi serta memberikan bimbingan dan motivasi sehingga anak dapat aktif dan mandiri dalam melaksanakan kegiatan.
C.    Hipotesis
Berdasarkan kerangka berfikir diatas maka dapat diajukan hipotesis bahwa melalui media gambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata serta memberikan kesempatan pada anak agar belajar tanpa ada paksaan. Upaya meningkatkan kemampuan bahasa (melengkapi huruf pada kata) pada bidang kemampuan pengembangan bahasa dengan metode demonstrasi dan penugasan mampu meningkatkan motivasi anak untuk belajar sehingga anak merasa senang untuk melakukan kegiatan ini.
D.    Indikator dan Kriteria Keberhasilan
Indikator adalah acuan penilaian untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai kompetensi. Untuk mengumpulkan informasi apakah suatu indikator telah tampil pada siswa, dilakukan penilaian sewaktu pembelajaran berlangsung atau sesudah pembelajaran. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal atau tugas. Selain itu, sebuah tugas dapat dirancang untuk menjaring informasi tentang ketercapaian beberapa indikator. Adapun indikator kerja untuk mengukur prestasi dan keberhasilan belajar anak adalah sejauh mana anak paham dan bisa melengkapi huruf pada kata dengan baik.
Kriteria untuk mengukur tingkat pencapaian keberhasilan pembelajaran dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode gambar meliputi:
1. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan telah mencapai tujuan pembelajaran jika total jumlah anak mampu dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode demonstrasi dan penugasan diatas 75%.
2. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan telah mencapai tujuan pembelajaran jika jumlah anak yang paham dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode demonstrasi dan penugasan ditambah dengan jumlah anak yang sangat paham dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode demonstrasi dan penugasan diatas 75%.
3. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan telah mencapai tujuan pembelajaran jika jumlah anak yang paham ditambah dengan jumlah anak yang sangat paham dalam kegiatan melengkapi huruf pada kata melalui metode demonstrasi dan penugasan diatas 75%.
 BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.    Subjek, Tempat, Penelitian, Pihak yang membantu
1.    SubjekPenelitian
Subjek dalam perbaikan pembelajaran ini adalah anak kelompok ‘A’ KB Cinta Tanah Air Desa Danasari Kecamatan Bojong Kabupaten tegal,yang berjumlah 20  anak  dengan perincian 9 anak laki-laki dan 12 anak perempuan.
                                     TABEL 3.1
No.
Nama
Tanggal Lahir
L/P
1
ALVI NURALISYA
2014-01-29
P
2
ANGGA FIRMANSYAH PUTRA
2013-09-13
L
3
AQILA APRIL
2013-04-14
P
4
AQILA FIRZA ALYANA
2013-05-10
P
5
AUFAR SHOLAHAN HIRZI
2012-12-05
L
6
AVRILIA FATIKHATULHIDA
2013-04-01
P
7
CITRA KHOFIF NAFISA
2013-12-05
P
8
IKPINAZASKIA
2012-06-08
P
9
KHALIDA  AHADIL AUFA
2014-10-24
P
10
M.ASY-SAUKANINAYAKA
2013-06-15
L
11
M.HAIKAL HARIS HAFESA
2013-06-22
L
12
M.ZILDAN FAIRUS
2013-10-22
L
13
MIKAILA ASHFIYA
2014-03-29
P
14
MOHAMMAD ALDI SEPTIAN
2013-03-16
L
15
MUHAMMAD ANIZAR
2013-04-14
L
16
NAYRA ADIVA MECCA
2013-10-30
P
17
RAYDA HUSNA SALSABILA
2014-05-15
P
18
REVI FIRMANSYAH
2012-12-13
L
19
SALMA NURJANAH
2012-08-04
P
20
SITI NUR KHANIFAH
2013-01-28
P







2.    Tempat Penelitian
Tempat dalam perbaikan pembelajaran ini adalah di KB Cinta tanah air Desa Danasari Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.
                                           

Ruang
kelas


Ruang
kelas



Kantor
 











3.    Waktu Penelitian
Waktu dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran di mulai pada pukul 08:00-10:15 WIB,dengan kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
TABEL 3.2
WAKTU KEGIATAN
No
Kegiatan
Hari/Tanggal
Waktu
1
Pra Siklus
Senin-jum’at
30 Juli -3 Agustus
08:00-10:15
2
Siklus I
Senin-Kamis
13-16 Agustus
08:00-10:15
3
Siklus II
Senin-jum’at
17-21 September
08:00-10:15





TABEL 3.3
WAKTU KEGIATAN
No
Prasiklus
Tema
RPPH
Waktu
1
I
Diriku
RPPH I
30 Juli 2018
2
I
Diriku
RPPH II
31 Juli 2018
3
I
Diriku
RPPH III
01 Agustus 2018
4
I
Diriku
RPPH IV
02 Agustus 2018
5
I
Diriku
RPPH V
03 Agustus 2018

Adapun jadwal pelaksanaan harian untuk siklus 1dan siklus 2 dapat kita lihat pada tabel berikut ini:
TABEL 3.4
JADWAL PELAKSANAAN SIKLUS 1
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

No
Siklus
Tema
RPPH
Pelaksanaan
1
I
Lingkungan
RPPH I
13 Agustus 2018
2
I
Lingkungan
RPPH II
14 Agustus 2018
3
I
Lingkungan
RPPH III
15 Agustus 2018
4
I
Lingkungan
RPPH IV
16 Agustus 2018

TABEL 3.5
JADWAL PELAKSANAAN SIKLUS II
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

No
Siklus
Tema
RPPH
Pelaksanaan
1
II
Kebutuhanku
RPPH I
17 September
2
II
Kebutuhanku
RPPH II
18 September
3
II
Kebutuhanku
RPPH III
19 September
4
II
Kebutuhanku
RPPH IV
20 September
5
II
Kebutuhanku
RPPH VI
21 September

4.    Pihak yang membantu
pada kesempatan ini penulis ucapkan alkhamdulilah karna atas berkar rokhmat alloh yang maha kuasa laporan praktik pemantapan kemampuan profesional telah berhasil penulis selesaikan.dalam penulisan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:
Nama               : Riyanti,S,PdI
Pekerjaan         : Guru
Alamat             : KB cinta tanah air
No HP             : 0823 4195 8582
B.     Disain dan Prosedur Penelitian
1.    Desain Penelitian
a.    Perencanaan
Desain dengan teman sejawat dan berkonsultasi dengan pembimbing untuk mengungkap dan memperjelas identifikasi masalah, menganalisis masalah dan merumuskan masalah. Proses pembelajaran sehingga mendapatkan solusi dari permasalahan yang muncul tersebut.
b.   Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran pra siklus :
1)      Kegiatan awal ± 30 menit
a)      Berbaris
b)      Berdoa
c)      Berbagi cerita tentang diri sendiri (anggota tubuh )
d)     Menyebutkan rukun islam
e)      Menggerakan kepala ke kanan dan ke kiri dan melenturkan jari-jari tangan
2)      Kegiatan inti ± 60 menit
a)      Menyebutan anggota tubuh
b)      Menebali namaa-nama anggota tubuh
c)      Mewarnai gambar anak laki-laki dan anak perempuan

3)      Istirahat ± 30 menit
a)      Mencuci tangan
b)      Berdo’a sebelum makan
c)      Bermain di luar kelas
4)      Kegiatan akhir ± 30 menit
a)      Mengulas kegiatan awal
b)      Menginformasikan kegiatan untuk esok hari
c)      Berdo’a salam pulang
d)     Pulang
c.    Pengamatan
Proses pengamatan dilakukan oleh teman sejawat dari hasil pengamatan, aktivitas guru diperoleh temuan sebagai berikut :
(1)   Anak belum termotifasi dalam melakukan kegiatan
(2)   Anak tidak merespon terhadap tugas yang di berikan guru
(3)   Anak juga belum mau mencoba untuk mengikuti kegiatan
(4)   Untuk kegiatan di pra siklus menghasilkan nilai yang di peroleh (MB) 15 anak,(BSH) 4  anak, dan (BSB) 0 anak.
Data yang di guanakan dalam PTK adalah di ambil dari pemberian lembaran – lembaran tugas kegiatan sehingga dapat meningkatkan prestasi setiap peserta didik, sementara pemahaman peserta didik di peroleh berdasarkan sktifitas selama proses pembelajaran di pra siklus, siklus I dan siklus II.
d.   Refleksi
Tahap ini penulis melakukan kerja sama dengan teman sejawat dan berkonsultasi dengan pembimbing, hasil diskusi yan di peroleh sebagai berikut :
1)      Dalam mendemontrasikan kegiatan perlu di ulang-ulang
2)      Penggunaan media belum maksimal
3)      Media yang di gunakan kurang berfariasi
4)      Memberikan perhatian khusus terhadap anak yang belum ingin mengikuti kegiatan mewarnai.
2.   Siklus I
RPPH IV
a)      Perencanaan
Diskusi dengan teman sejawat dan konsultasi dengan guru pembimbinguntuk mengungkap dan menjelaskan identifikasi masalah, menganalisis masalah, proses pembelajaran sehigga mendapatkan solusi.
b)      Pelaksanaan
1)      Kegiatan Awal ± 30 menit
a)      Berbaris
b)      Berdoa
c)      Berbagi cerita tentang kebersihan
d)     Mewarnai dengan satu kaki
2)       Kegiatan inti ± 60 menit
a)      Menceritakan cara mencuci baju
b)      Menjumlahkan benda-benda
c)      Mewarnai baju olah raga
3)      Istirahat ± 30 menit
a)      Mencuci tangan
b)      Doa mau makan
c)      Bermain di luar dan di dalam kelas
4)      Kegiatan akhir ± 30 menit
a)      Mendengarkan cerita guru
b)      Tepuk jari
c)      Mengulas kegiatan awal
d)     Menginformasikan kegiatan untuk besok
e)      Berdoa salam pulang
Langkah – langkah perbaikan yang di ambil antara lain :
1)      Guru mempersiapkan  alat atau benda yang akan di gunakan untuk kegiatan esok
2)      Guru mendemontrasikan kegiatan yang akan di ajarkan
3)      Guru memberi tugas kepada anak
4)      Menyiapkan benda-benda yang menarik
5)      Guru memotivasi anak.
6)      Memberi kesempatan kepada anak untuk mengulang kegiatan berikutnya
5)      Pengamatan
Proses pengamatan di lakukan dengan teman sejawat dan dari hasil pengamatan yang di peroleh sebagai berikut :
a)      Guru sudah mempersiapkan alat peraga yang akan di gunakan
b)      Guru sudah mendemontrasika kegiatan
Proses pengamatan terhadap siswa di peroleh sebagai berikut :
1)      Anak sangat termotifasi  mengikuti kegiatan mewarnai menggunakan media alat yang berfariasi dan menarik.
2)      Anak merespon dalam kegiatan mewarnai
Nilai yang di peroleh dalam RKH IV adalah BB 0 anak, MB 10 anak, BSH 5 dan BSB 4 anak.
6)      Refleksi
Guru dalam mendemontrasikan masih harus di ulang namun sudah adanya peningkatan anak dalam melaksanakan kegiatan mewarnai sudah terlihat baik,walaupun demikian guru harus memberikan perhatian khusus bagi anak – anak yang belum mampu melakukan dengan baik.
3.   Siklus II
RPPH IV
a)      Perencanaan
Dalam hal ini di diskusikan dengan teman sejawat dan guru pembimbing untuk mendapatkan atanu mengungkapkan identifikasi masalah, menganalisis masalah, proses pembelajaran sehingga ada solusinya dalam melaksanakan kegiatan membilang.


b)      Pelaksanaan
1)      Kegiatan awal ±30 menit
a)      Berbaris
b)      Berdoa masuk kelas
c)      Menjawab pertanyaan sederhana
d)     Bercerita tentang pentingnya olah raga
e)      Berjalan jinjit di garis lurus
2)      Kegiatan inti ± 60 menit
a)      Bercerita tantang adik
b)      Memberi angka pada gambar dot susu
c)      Menggunting gambar dot susu
3)      Istirahat ± 30 menit
a)      Mencuci tangan
b)      Berdoa makan
c)      Bermain di dalam dan di luar kelas
4)      kegiatan akhir ±30 menit
a)      Mendengarkan cerita guru
b)      Mengulas kegiatan awal
c)      Menginformasikan kegiatan esok
d)     Berdoa salam pulang
Langkah – langkah perbaikan antara lain :
1)      Guru menyiapkan alat peraga
2)      Guru menerangkan dan mendomontrasikan kegiatan
3)      Guru memotivasi anak dan memuji kinerja anak.
c)      Pengamatan
Proses pengamatan di lakukan dengan teman sejawat dari hasil pengamatan yang di peroleh untuk guru sebagai berikut :
1)      Guru sudah baik dalam mempersiapkan APE
2)      Contoh yang di tunjukan ke perserta didik sudah baik
3)      Metode demontrasi yang di gunakan juga sudah tidak di ulang
4)      Guru sudah mengamati anak dalam kegiatan mewarnai dengan baik.

Hasil pengamatan terhadap siswa di peroleh sebagai berikut :
a)      Anak sangat senang menerima tugas
b)      Anak paham apa yang di sampaikan oleh guru atas kegiatan mewarnai
Nilai yang di dapat RKH IV pada siklus II sebagai berikut :
BB 0 anak,MB 4 anak,BSH 10 anak dan BSB 4 anak.
d)     Refleksi
Melalui kerjasama dengan teman sejawat dan berkomunikasi dengan guru pembimbing mendapat hasil :
1)      Guru sudah maksimal menggunakan media media atau alat peraga
2)      Dalam penggunaan metode demontrasi sudah sesuai dengan yang di harapkan
3)      Anak terlihat sangat antusias dalam mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru
4)      Media alat peraga sangat membantu pada pelaksanaan kegiatan mewarnai.
e)      Prosedur penelitian
Prosedur penelitian pembelajaran ini dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran :
1)      Prasiklus
2)      Siklus I
3)      Siklu II
Pada masing – masing siklus, di laksanakan melalui 4 tahapan, yaitu :
a)      Perencanaan
b)      Pelaksanaan
c)      Pengamatan
d)     Refleksi
1)      Perencanaan
Dalam rencana perbaikan pembelajaran bidang pengembangan seni anak, khususnya dalam kegiatan mewarnai melalui metode demontrasi dan penugasan di kelompok A KB cinta tanah air Dk. diwung danasari kecamatan bojong Kabupaten Tegal, masih banyak anak yang kukarang memahami penjelasan yang di sampaikan oleh guru. Sehingga peserta didik mengalami kesulitan saat di minta melakukan tugas yang di berikan. Rencana perbaikan ini meliputi :
a)      Tindak perbaikan
Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, penulis akan mengadakan kegiatan perbaikan pembelajaran , melalui beberapa langkah di antarannya :
1)      Guru menyediakan materi yang berkaitan dengan peninghkatan kemampuan seni anak melalui kegiatan mewarnai pada anak usia dini.
2)      Guru merumuskan tujuan perbaikan kemampuan seni anak dalam kegiatan mewarnai melalui metode demontrasi dan penugasan secara berulang.
3)      Guru merencanakan pengelolaan kelas
4)      Guru merencanakan kegiatan perbaikan melalui penjelasan secara lisan dengan dukungan alat peraga yang memadai dan metode penjelasan yang langsung dapat di terima anak.
5)      Guru menggunakan metode demontrasi dan penugasan yang dilakukan secara berulang – ulang dengan media yang tidak berbahaya untuk anak didik
6)      Guru membantu anak yang mengalami kesulitan
7)      Guru memberi pengalaman belajar yang berkesan sehingga anak akan lebih termotifasi dan mudah mengingat pembelajaran yang telah di kerjakan.
b)      Langkah – langkah perbaikan
1)      Peneliti mempersiapkan data hasil pelaksanaan pembelajaran seni sebelumnya.
2)      Mengadakan refleksi terhadap hasil pembelajaran seni yang telah dilakukan.
3)      Membuat skenario pembelajaran,
4)      Guru membuat rencana kegiatan harian (RKH ) yang telah di tandatangani oleh kepala KB,
5)      Guru mengadakan diskusi dangan teman sejawat mengenai permasalahan kemampuan seni anak dalam kegiatan mewarnai
6)      Membuat lembar pengamatan untuk menilai hasil dari pembelajaran secara keseluruhan,
7)      Menyusun strategi pembelajaran,
8)      Menentukan sumber belajar
9)      Mempersipakna alat evaluasi
10)  Menentukan metode pembelajaran
11)  Mempersiapkan alat peraga / media dan lembar tugas untuk meningkatkan hasil kegiatan.
2)      Pelaksanaan
Pelaksanaan PTK. Dapat dilakukan melalui :
a)      Prosedur umum
Langkah – langkah dalam menentukan PTK yaitu, sebagai berikut :
1)      Melakukan refleksi, merupakan suatu kegiatan merenung, mengingat dan menghubungkan kinerja dalam mengajar yang telah terjadi dalam pembelajaran.
Kegiatan refleksi terdiri dari : kegiatan identifikasi masalah, analisis masalah dan perumusan masalah .
2)      Merencanakan perbaikan pembelajaran yang di tuangkan dalam bentuk rencana kegiatan harian ( RKH).
3)      Berdasarkan rencana perbaikan melalui RKH yang telah di bua, maka dilaksanakan pembelajaran
4)      Menganalisis dan menginterprestasikan data yang di peroleh selama perbaikan pembelajaran berlangsung
5)      Menyelesaikan hasil interprestasi data yang telah di peroleh dari hasil perbaikan pembelajaran yang sudah dilakukan.
b)      Prosedur khusus
Perbaikan pembelajaran dilakukan dilaksanakan dalam dua siklus,masing – masing siklus berbeda pelaksanaanya, yaitu : siklus I dilaksanakan pada hari kamis,16 Agustus 2018,dan siklus II dilaksanakan pada hari kamis,24 september 2018.
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran setiap siklus di amati oleh seorang pengamat yaitu Ibu Riyanti,S.PdI selaku guru KB cinta tanah air dk diwung danasari kecamatan bojong Kabupaten Tegal.
Tugas pengamat dalam peneliti ini adalah mengamati proses kegiatan perbaikan pembelajaran secara keseluruhan. Hasil pengamatan yang tercantum dalam lembar observasi merupakan hasil masukan bagi penulis sebagai guru peneliti.
Dalam pelaksanaan atau pengamatan observasi perbaikan pembelajaran di lengkapi dengan beberapa instrumen sebagai berikut :
1)      Rencana perbaikan RKH ( Rencana Kegiatan Harian ) siklus 1
2)      Rencana perbaikan  RKH (Rencana Kegiatan Harian ) siklus 2
3)      Lembar penilaian
4)      Lembar Analisis hasil perbaikan
Adapun  fokus penelitian pelaksanaan perbaikan pembelajaran kemampuan fisik motorik khususnya kegiatan mewarnai dengan berbagai media alat sebagai berikut :
a)      Penerapan pembelajaran
b)      Penggunaan media dan alat peraga
c)      Membimbing siswa dalah kegiatan mewarnai
d)     Dalam proses pembelajaran dilaksanakan yang sudah di tuangkan dalm rencana perbaikan rencana kegiatan harian (RPRKH). Tahap-tahapan tersebut di susun dalam strategi pembelajaran yang terdiri dari :
1)      Kegiatan Awl
2)      Kegiatan Inti
3)      Istirahat
4)      Kegiatah Akhir
C.    Rencana Pelaksanaan Pembelajan Harian (RPPH)
Dalam melakukan perbaikan pembelajaran, perlu adanya rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) untuk mengetahui kegiatan pembelajaran pada prasiklus, siklus 1 dan suklis 2 yaitu sebagai berikut:
1.      RPPH 1 Pra Siklus
Tema :Diriku
Sub Tema : Tubuhku (anggota tubuh)
Pelaksanaan : Senin 30 Juli 2018

2.      RPPH IV Siklus I
Tema : Lingkunganku
Sub tema : Keluargaku
Pelaksanaan : Kamis 16 Agustus 2018
3.      RPPH V Siklus II
Tema : Kebutuhanku
Sub tema : Pakaian
Pelaksanaan : Jum’at,21 September 2018

0 Response to " "

Post a Comment